14 March 2011

Strategi Pembangunan Indonesia di Masa Mendatang

PENGERTIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN
Istilah “perencanaan pembangunan”, khususnya pembangunan ekonomi, sudah biasa terdengar dalam pembicaraan sehari-hari. Akan tetapi, “perencanaan” diartikan berbeda-beda dalam buku yang berbeda.
Conyers & Hills (1994) mendefinisikan “perencanaan” sebagai ”suatu proses yang bersinambungan”, yang mencakup “keputusan-keputusan atau pilihan-pilihan berbagai aiternatif penggunaan sumber daya untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu pada masa yang akan datang.“ Definisi tersebut mengedepankan 4 unsur dasar perencanaan, yakni

1.) Pemilihan.
”Merencanakan berarti memilih,” kata Yulius Nyerere (mantan Presiden Tanzania) ketika menyampaikan pidato Repelita II Tanzania pada tahun 1969. Artinya, perencanaan merupakan proses memilih di antara berbagai kegiatan yang diinginkan, karena tidak semua yang diinginkan itu dapat dilakukan dan dicapai dalam waktu yang bersamaan. Hal itu menyiratkan bahwa hubungan antara perencanaan dan proses pengambilan keputusan sangat erat. Oleh karena itu, banyak buku mengenai perencanaan membahas pendekatan-pendekatan alternatif dalam proses pengambilan keputusan, terutama yang berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan dan urutan tindakan di dalam proses pengambilan keputusan.

2.) Sumber daya.
Perencanaan merupakan alat pengalokasian sumber daya. Penggunaan istilah "sumber daya" di sini menunjukkan segala sesuatu yang dianggap berguna dalam pencapaian suatu tujuan tertentu. Sumber daya di sini mencakup sumber daya manusia; sumber daya alam (tanah, air, hasil tambang, dan sebagainya); sumber daya modal dan keuangan. Perencanaan mencakup pro-ses pengambilan keputusan tentang bagaimana sumber daya yang tersedia itu digunakan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, kuantitas dan kualitas sumber daya tersebut sangat berpengaruh dalam proses memilih di antara berbagai pilihan tin-dakan yang ada.

3.)Tujuan.
Perencanaan merupakan alat untuk mencapai tujuan. Konsep perencanaan sebagai alat pencapaian tujuan muncul berkenaan dengan sifat dan SIMRENAS: Panduan Pemahaman dan Pengisian Data Dasar Perencanaan Pembangunan proses penetapan tujuan. Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh seorang perencana adalah bahwa tujuan-tujuan mereka kurang dapat dirumuskan secara tepat. Sering kali tujuan-tujuan tersebut didefinisikan secara kurang tegas, karena kadang kala tujuan-tujuan tersebut ditetapkan oleh pihak lain.

4.) Waktu.
 Perencanaan mengacu ke masa depan. Salah satu unsur penting dalam perencanaan adalah unsur waktu. Tujuan-tujuan perencanaan dirancang untuk dicapai pada masa yang akan datang. Oleh karena itu, perencanaan berkaitan dengan masa depan.

Pembangunan ekonomi wilayah memberikan perhatian yang luas terhadap
keunikan karakteristik wilayah (ruang). Pemahaman terhadap sumberdaya
alam, sumberdaya manusia, sumberdaya buatan/infrastruktur dan kondisi
kegiatan usaha dari masing-masing daerah di Indonesia serta interaksi antar
daerah (termasuk diantara faktor-faktor produksi yang dimiliki) merupakan
acuan dasar bagi perumusan upaya pembangunan ekonomi nasional ke depan.
UU 24/1992 tentang Penataan Ruang menyebutkan bahwa ruang dipahami
sebagai suatu wadah yang meliputi ruang daratan, ruang lautan dan ruang
udara sebagai satu kesatuan wilayah, tempat manusia dan mahluk hidup
lainnya hidup dan melakukan kegiatan serta memelihara kelangsungan
hidupnya. Dalam konteks ini, sumberdaya alam, sumberdaya manusia,
sumberdaya buatan/infrastruktur wilayah dan kegiatan usaha merupakan
unsur pembentuk ruang wilayah dan sekaligus unsur bagi pembangunan
ekonomi nasional yang lebih merata dan adil.

STRATEGI & PEMBANGUNAN INDONESIA KE DEPAN.

Tantangan pembangunan Indonesia ke depan sangat berat dan berbeda dengan
yang sebelumnya. Paling tidak ada 4 (empat) tantangan yang dihadapi
Indonesia, yaitu:
(i) otonomi daerah,
(ii) pergeseran orientasi pembangunan
sebagai negara maritim,
(iii) ancaman dan sekaligus peluang globalisasi, serta
(iv) kondisi objektif akibat krisis ekonomi.

A. Pertama, Undang-undang No. 22 tahun 1999 secara tegas meletakkan otonomi
daerah di daerah kabupaten/kota. Hal ini berarti telah terjadi penguatan yang
nyata dan legal terhadap kabupaten/kota dalam menetapkan arah dan target
pembangunannya sendiri. Di satu sisi, penguatan ini sangat penting karena
secara langsung permasalahaan yang dirasakan masyarakat di kabupaten/kota
langsung diupayakan diselesaikan melalui mekanisme yang ada di
kabupaten/kota tersebut. Tetapi, di sisi lain, otonomi ini justru menciptakan
ego daerah yang lebih besar dan bahkan telah menciptakan konflik antar
daerah yang bertetangga dan ancaman terhadap kerangka Negara Kesatuan
Republik Indonesia.

B. Kedua, reorientasi pembangunan Indonesia ke depan adalah keunggulan
sebagai negara maritim. Wilayah kelautan dan pesisir beserta sumberdaya
alamnya memiliki makna strategis bagi pembangunan ekonomi Indonesia,
karena dapat diandalkan sebagai salah satu pilar ekonomi nasional.

C. Ketiga, ancaman dan peluang dari globalisasi ekonomi terhadap Indonesia yang
terutama diindikasikan dengan hilangnya batas-batas negara dalam suatu
proses ekonomi global. Proses ekonomi global cenderung melibatkan banyak
negara sesuai dengan keunggulan kompetitifnya seperti sumberdaya manusia,
sumberdaya buatan/infrastruktur, penguasaan teknologi, inovasi proses
produksi dan produk, kebijakan pemerintah, keamanan, ketersediaan modal,
jaringan bisnis global, kemampuan dalam pemasaran dan distribusi global.
D. Keempat, akibat krisis ekonomi banyak objek yang tidak terjamah untuk pembangunan. Maka dari itu sekarang ini terlihat sekali ketimpangan pembangunan di Negara kita ini. Pembangunan hanya terlihat di kota-kota maju atau pun kota yang menjadi pusat segala macam aktifitas seperti kota besar Jakarta.

Sumber: http://www.penataanruang.net/taru/Makalah/Men_%20101203,Makalah.pdf

Hubungan keadaan wilayah terhadap perekonomian di kota Palembang

Palembang adalah ibukota Provinsi Sumatera Selatan. Sumatera Selatan yang dikelilingi oleh 4 provinsi, yaitu : Lampung, Bengkulu, Jambi dan Belitung, merupakan Provinsi terkaya ke-5 di Indonesia. Dengan luas wilayah 400,61 Km2, secara administratif Kota Palembang terbagi dalam 16 kecamatan dan 107 kelurahan, dengan jumlah penduduk mencapai ± 1.500.000 Jiwa. Pertumbuhan ekonomi saat ini mencapai 6,7 % dengan migas, 8 dan 24% tanpa migas. Stuktur perekonomian di Palembang didominasi oleh sektor industri, perdagangan dan jasa.
Otonomi Daerah membawa implikasi yang luas dalam sistem kepemerintahan, yaitu berubahnya sistem sentralisasi menjadi sistem desentralisasi. Otonomi daerah memberikan peluang sekaligus tantangan bagi setiap daerah untuk dapat melaksanakan pembangunannya atas prakarsa sendiri dengan prinsip otonomi yang luas, nyata dan bertanggung jawab dalam koridor Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sejarah Singkat Kota Palembang
Kota Palembang merupakan kota tertua di Indonesia berumur setidaknya 1382 tahun jika berdasarkan prasasti Sriwijaya yang dikenal sebagai prasasti Kedudukan Bukit. Menurut Prasasti yang berangka tahun 16 Juni 682. Pada saat itu oleh penguasa Sriwijaya didirikan Wanua di daerah yang sekarang dikenal sebagai kota Palembang. Menurut topografinya, kota ini dikelilingi oleh air, bahkan terendam oleh air. Air tersebut bersumber baik dari sungai maupun rawa, juga air hujan. Bahkan saat ini kota Palembang masih terdapat 52,24 % tanah yang yang tergenang oleh air (data Statistik 1990). Berkemungkinan karena kondisi inilah maka nenek moyang orang-orang kota ini menamakan kota ini sebagai Pa-lembang dalam bahasa melayu Pa atau Pe sebagai kata tunjuk suatu tempat atau keadaan; sedangkan lembang atau lembeng artinya tanah yang rendah, lembah akar yang membengkak karena lama terendam air (menurut kamus melayu), sedangkan menurut bahasa melayu-Palembang, lembang atau lembeng adalah genangan air. Jadi Palembang adalah suatu tempat yang digenangi oleh air.
Letak Geografis
Secara geografis, Kota Palembang terletak pada 104O 37 104O 52 Bujur Timur dan 2O 52 3O 5 Lintang Selatan. Luas wilayah Kota Palembang adalah 400,61 Km2 atau 40.061 Ha dengan ketinggian rata-rata 8 meter dari permukaan laut. Letak Kota Palembang cukup strategis karena dilalui oleh jalur jalan Lintas Pulau Sumatera yang menghubungkan antar daerah di Pulau Sumatera. Selain itu Kota Palembang juga terdapat Sungai Musi yang berfungsi sebagai sarana transportasi dan perdagangan antar wilayah dan merupakan Kota Air yang terdiri dari 14 kecamatan dan 103 kecamatan.
Iklim dan Topografi
Iklim Kota Palembang merupakan iklim daerah tropis dengan angin lembab nisbih, kecepatan angin berkisar antara 2,3 km/jam - 4,5 km/jam. Suhu Kota berkisar antara 23,4 - 31,7 derajat celsius. Curah hujan pertahun berkisar antara 2.000 mm - 3.000 mm. Kelembaban udara berkisar antara 75 - 89 % dengan rata - rata penyinaran matahari 45 %. Topografi tanah relatif datar dan rendah. Hanya sebagian kecil wilayah kota yang tanahnya terletak pada tempat yang agak tinggi yaitu pada bagian utara kota. Sebagian besar tanah adalah daerah berawa sehingga pada saat musim hujan daerah tersebut tergenang. Ketinggian rata-rata 0 - 20 mdpl.
Keadaan Alam
Pada tahun 2002 suhu minimum Kota Palembang terjadi Bulan Oktober 22,70C, tertinggi 24,50C pada bulan Mei, sedangkan suhu maksimum terendah 30,40C pada Bulan Januari dan tertinggi pada Bulan Sepetember 34,30C. Tanah dataran tidak tergenang air : 49 %, Tanah tergenang musiman : 15 %, Tanah tergenang terus menerus : 37 % dan Jumlah sungai yang masih berfungsi 60 buah (dari jumlah sebelumnya 108) sisanya berfungsi sebagai saluran pembuangan primer.
Topologi
Tropis lembab nisbi, Suhu antara 220-320 Celcius, Curah hujan 22-428 mm / tahun, Pengaruh pasang surut antara 3-5 meter, dan Ketinggian tanah rat-rata 12 meter diatas permukaan laut
Fisik Wilayah
Jenis tanah Kota Palembang berlapis alluvial, liat dan berpasir, terletak pada lapisan yang paling muda, banyak mengandung minyak bumi, yang juga dikenal dengan lembah Palembang - Jambi. Tanah relatif datar dan rendah, tempat yang agak tinggi terletak dibagian utara kota. Sebagian kota Palembang digenangi air terlebih lagi bila terjadi hujan terus menerus.
Peluang investasi di Kota Palembang terutama pada sektor-sektor unggulan yaitu :
1.              Sektor Industri
Pada sektor industri peluang investasi meliputi :
-       Industri pengolahan makanan dan minuman
-       Industri kulit
-       Industri barang-barang dari karet
-       Industri kerajinan ( kayu, bambu, tanah liat, kulit )
-       Industri petrokimia
-       Industri logam
-       Industri karet  mentah
    2.  Sektor Pertanian
Pada sektor pertanian peluang investasi meliputi :
-       Budidaya tanaman bahan makanan (padi, palawija, sayuran dan buah-buahan
-       Budidaya perikanan air tawar
-       Penggemukan sapi dan kambing
-       Peternakan ayam dan telur
      3.  Sektor Perdagangan dan jasa
Pada sektor perdagangan dan jasa peluang investasi meliputi :
-       Perdagangan retail ( alat rumah tangga, elektronik, kendaraan dll)
-       Restoran dan rumah makan
-       Pengelolaan sekolah, kursus dan bimbingan belajar
-       Pengelolaan rumah sakit, klinik, rumah bersalin dan apotik
-       Pendirian mal dan supermarket
      4.   Sektor Pariwisata
Pada sektor pariwisata peluang investasi meliputi :
-       Perhotelan
-       Rumah makan
-       Travel biro
-       Pembangunan infrastruktur wisata
-       Pengelolaan objek wisata antara lain : Benteng Kuto Besak, Pulo Kemaro dan Pulo Kerto
-       Toko souvenir, Kerajinan songket
-       Pengelolaan kapal pesiar
      5. Infrastruktur Perkotaan
Pada sektor Infrastruktur Perkotaan peluang investasi meliputi :
-       Pengelolaan air bersih
-       Pengelolaan persampahan
-       Pembangunan jalan dan jembatan
-       Pengelolaan parkir
-       Pengelolaan energi listrik

Jadi dapat disimpulkan bahwa keadaan geografis Palembang yang lebih banyak dataran yang diselimuti air dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat sekitar. Mereka menggunakannya untuk perdagangan. Sehingga tidak ada lahan kosong yang tidak dipergunakan untuk meningkatkan tingkat perekonomian kota Palembang tersebut.

Perekonomian Indonesia

Pengertian sistem ekonomi :
Sistem ekonomi adalah perpaduan dari aturan-aturan atau cara-cara yang menjadi satu kesatuan dan digunakan untuk mencapai tujuan dalam perekonomian. Suatu system dapat diibaratkan seperti lingkaran-lingkaran kecil yang saling berhubungan dengan yang lainnya.
Lingkaran-lingkaran kecil tersebut merupakan suatu subsistem. Subsistem tersebut saling berinteraksi dan akhirnya membentuk suatu kesatuan system dalam lingkaran besaryang bergerak sesuai dengan aturan yang ada.

Sejarah perekonomian Indonesia:
Awal perekonomian Indonesia dimulai dengan dikeluarkannya Oeang Repoeblik Indonesia. Di masa awal ini Indonesia masih menggunakan sistem ekonomi yang lama. Karena ada 3 mata uang yang beredar di Indonesia maka terjadi kenaikan tingkat harga yang berpengaruh buruk.
Di masa berikutnya Indonesia memakai sistem ekonomi liberal. Perekonomian diserahkan pada pasar sesuai teori mazhab klasik. Padahal pengusaha pribumimasih belum mampu untuk bersaing dengan pengusaha luar terutama dari cina. Pada akhirnya system ini hanya memperburuk kondisi perekonomian Indonesia yang baru merdeka.
Karena adanya kegagalan pada masa liberal maka Indonesia memakai sistem demokrasi terpimpin dan struktur ekonomi Indonesia menjurus pada sistem etatisme (semua diatur oleh pemerintah). Tapi ternyata di dalam sistem ekonomi tersebut terjadi juga beberapa kesalahan yang fatal. Salah satunya adalah denominasi,uang senilai 1000 menjadi Rp 1. Sehingga uang baru harus dihargai seribu kali lipat uang rupiah lama, tapi di masyarakat uang rupiah baru dihargai 10 kali lipat lebih tinggi. Akibat hal tersebut inflasi yang tadinya mau diturunkan gagal,dan malah meningkat. Kegagalan-kegagalan dalam berbagai tindakan moneter itu diperparah dengan pemerintah yang tidak menghemat pengeluaran. Terjadilah kegagalan sistem ekonomi kembali di Indonesia.
Pada akhirnya setelah melihat kesalahan-kesalahan di masa sistem liberal dan sistem etatisme maka pemerintah Indonesia sepakat untuk menggunakan sistem campuran sabagai dasar dari sistem demokrasi pancasila. Sistem ini berdasar dengan teori Keynes tentang campur tangan pemerintah dalam perekonomiansecara terbatas. Jadi dalam kondisi dan masalah-masalah tertentu pasar tidak dibiarkan menentukan sendiri. Kebijakan sistem ekonomi tersebut lebih mengarahkan kepada pembangunan Indonesia di segala bidang. Semua itu dilakukandengan pelaksanaan pola umum pembangunan jangka panjang (25-30 tahun) secara periodic lima tahunan yang disebutPelita (pembangunan lima tahun). Hasilnya banyak terjadi kesuksesan dan kegagalan yg bermulai pada tahun 1984 . Akibat dari kegagalan itu masih terasa sampai sekarang akibat adanya krisis yang merupakan imbas dari ekonomi global.